Minggu, 05 Maret 2017

Hanya Orang Tolol yang Mengharamkan Filsafat

Filsafat bukanlah sesuatu yang berada di luar diri manusia, melainkan sesuatu yang terkandung secara alamiah berdasarkan gen, kebudayaan, sejarah, lingkungan-pergaulan, dan pendidikan yang kita peroleh. Maka tanpa disadari cara berpikir manusia tergantung dari filsafat yang ia anut. 

Dengan demikian, hanya orang tolol saja yang mengharamkan filsafat. Karena dengan memelajari filsafatlah pandangan kita terhadap dunia menjadi lebih baik, minimal lebih dewasa. Sebab selain untuk mempertanyakan kembali segala hal yang sudah mapan, tujuan dari kelahiran filsafat adalah untuk mengevaluasi dan mematangkan pandangan kita terhadap kehidupan. 
Share:

Sabtu, 04 Maret 2017

Tentang Sebuah Tulisan Bagus

Tulisan bagus itu tidak tergantung pada panjang atau pendeknya tulisan, melainkan pada bobot dan kekuatan ide yang terkandung di dalamnya. Tulisan bagus juga tidak mesti dipenuhi oleh kutipan-kutipan dari berbagai buku. Kebanyakan kutipan dari berbagai buku--apalagi yang menggunakan bahasa-bahasa asing--justru membuat pembaca cepat jenuh.

Tulisan bagus itu tulisan yang menggugah kesadaran baru bagi pembacanya. Menawarkan sudut pandang dan cara berpikir yang beda dari umumnya. Dan yang paling utama: tema yang dituliskan berkaitan erat dengan persoalan-persoalan konkret manusia sehari-hari. Cinta, rindu, cara mudah menghasilkan duit, cara mudah dapat kerja, cara ampuh melupakan mantan, dan sebagainya, dan seterusnya. Itulah tema-tema yang digandrungi masyarakat kita.
Share:

Menjumpai Tuhan lewat Imajinasi

Tuhan itu tidak terbatas. Imajinasi pun tidak terbatas. Maka, jika kau ingin menjumpai Tuhan, berimajinasilah! Sebagaimana kata Albert Einstein, "Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan." 

Namun apabila dengan imajinasi pun belum kau temukan Tuhan, maka matilah! Mungkin dengan mati, segala yang belum kau jumpai bisa kau kau jumpai. (Minimal bisa kau jumpai bagaimana tanah menyapamu dan mengembalikanmu padanya.)
Share:

Jumat, 03 Maret 2017

Bahasa Perasaan

Bahasa itu memiliki aturannya sendiri, tergantung di mana dan kepada siapa kita menggunakannya. Kalau di Perancis, agar pesan kita dipahami, kita harus bisa menggunakan bahasa Perancis. Kalau kepada kaum difabel, kita harus menggunakan bahasa isyarat sesuai aturan yang mereka pahami agar maksud pesan yang kita maksudkan tersampaikan.

Tapi dari semua jenis bahasa yang ada, ada satu bahasa yang paling mudah dimengerti, yaitu bahasa perasaan. Dengan bahasa perasaan inilah bahasa (percakapan, kata-kata, atau isyarat) yang kita gunakan di mana-mana dan kepada siapa pun lebih terbantu untuk dipahami.

Bahasa perasaan berarti bahasa kejujuran dan ketulusan. Percayalah, dengan bahasa inilah timbul cinta dan kasih-sayang tanpa mengenal suku, agama, ras, dan antar-golongan.
Share: