Jumat, 26 Januari 2018

Kaum Intelektual yang Sama dengan Anjing Herder

Kalau ada orang pintar membela penguasa secara membabi buta, jangan heran. Itu artinya otaknya sudah disumpal oleh kekuasaan. Jubahnya saja yang kaum intelektual. Namun harga diri dan idealismenya sudah habis dijual.

Memang umumnya, orang yang diberi makan oleh orang lain hampir mustahil bisa berkuasa atas dirinya sendiri; ia akan menjadi abdi bagi orang lain itu. Apalagi orang yang dari sononya bertujuan cuma buat bisa terus diberi makan?

Begitupun kaum intelektual yang orientasi hidupnya dominan untuk uang, jabatan, kekuasaan. Begitu tujuan mereka dipenuhi oleh penguasa, maka tamatlah sudah keintelektualannya. Kalaupun masih disebut kaum intelek, mereka hanyalah intelektual pengabdi, pembela, dan penjaga kekuasaan. Yang model begitu, tak jauh beda nilainya dengan anjing herder.
Share:

Kamis, 25 Januari 2018

Anak-Anak yang Anjing Pavlov

Kebanyakan orangtua kepada anaknya itu melatih, bukan mendidik. Maka tak heran bila manusia-manusia zaman sekarang mentalnya adalah mental anjing pavlov. Budak, pelayan, dan pemenuh ambisi dan keinginan prestisius orangtuanya. Sedang mereka (si anak-anak) kian hari kian terasing dari dirinya sendiri.
Share:

Rabu, 24 Januari 2018

Makar Manusia pada Setan

Tugas setan dalam menyesatkan manusia sudah melampaui target dan standar pencapaiannya setan. Sekarang, manusia sudah lebih setan daripada setan. Dengan kata lain, setan sendiri bahkan tak sanggup meniru kesetanannya manusia saat ini. Bahkan boleh jadi kesetanan yang dilakukan oleh manusia sudah melampaui kode etik profesi setan itu sendiri.

Tapi soal ini masih simpang siur. Artinya belum begitu valid. Maka untuk memastikannya, kita perlu membaca dan memelajari langsung konstitusi, AD/ART, dan kode etik bangsa setan secara serius dan ketat.
Share:

Selasa, 23 Januari 2018

Senin, 22 Januari 2018

Semua Makanan adalah Penunda Lapar, bukan cuma Okky Jelly

Tak hanya Okky Jelly, makanan apa pun pada dasarnya sifatnya adalah cuma menunda lapar. Sebab seumur hidup, manusia akan tetap dan terus merasa lapar. Apa pun yang kaumakan dan meskipun dimakan dengan hantam kromo sampai kekenyangan dan muntah-muntah pun itu sifatnya hanya menunda lapar. Karena 5-10 jam kemudian niscaya kau akan merasa lapar lagi. Kau butuh makan lagi. Dan kemudian nanti akan lapar lagi. Dan begitu yang terjadi seterusnya. Kalau Chairil Anwar bilang "hidup adalah menunda kekalahan", maka "makan adalah menunda kelaparan".

Yang fana adalah kenyang; lapar abadi.
Share: