Sebagaimana daun pada pohon, ilmu pengetahuan selalu menggugurkan dirinya yang lama dan menumbuhkan dirinya yang baru agar, salah satunya, kehidupan terus berlangsung, pohon terus berpijak.
Minggu, 30 Juni 2019
Rabu, 12 Juni 2019
Semakin Tahu Semakin Tidak Tahu
Kalau ada orang yang disebut pintar tetapi orang itu congkak dan angkuh, maka sesungguhnya kepintaran itu adalah kepintaran abal-abal; kepintaran amatiran kelas kaki lima.
Sebab kalau definisi dari orang pintar adalah orang yang memunyai banyak pengetahuan, maka seharusnya orang pintar tadi adalah orang yang rendah hati. Karena seyogianya orang yang tahu banyak hal adalah orang yang sadar bahwa ia lebih tidak mengetahui banyak hal.
Membenarkan Kesalahan Perempuan
Mengamini fatwa waralaba "perempuan selalu benar" adalah penghinaan secara implisit kepada kaum perempuan. Sebab itu artinya kita mengamini bahwa mereka lemah, tak berdaya, selalu labil, dungu, galau, baper, dan sebagainya sehingga kaum lelaki harus selalu membenarkan (minimal memaklumi) segala apa yang mereka perbuat.
Pengetahuan Angkuh
Pengetahuan manusia sangat sedikit. Ia takkan bisa mengetahui semua hal di muka bumi ini. Bahkan untuk sekadar mengetahui semua fungsi dari segala sesuatu yang tumbuh dan menempel pada tubuhnya sendiri ia tak mampu. Tak usah jauh-jauh, bisa mengetahui jumlah rambut di kelaminnya saja ia tak becus.
Jadi, buat apa angkuh dengan pengetahuan yang dimiliki? Lebih mendasar, buat apa angkuh dengan pengetahuan? Rasanya tak ada satu pun pengetahuan manusia yang pantas disombongkan.
Manusia Makhluk yang Banyak Mendatangkan Mudarat
Manusia itu cuma debunya debu di alam semesta. Maka bersikap antroposentris (menganggap diri sebagai sumber nilai segala sesuatu) adalah sebentuk sikap kolot dan tolol. Sebab ada atau tiada manusia, alam semesta tetap bekerja sebagaimana kodratnya.
Malah ketimbang maslahat, kehadiran manusia di bumi jauh lebih banyak mendatangkan mudarat. Tak heran Babi Tua dalam fabel Animal Farm karya George Orwell dengan lantang berkata, "Manusia adalah satu-satunya makhluk yang hanya bisa mengonsumsi tanpa bisa menghasilkan."
Kalau sudah demikian, lebih mendingan manusia apa babi?